India Izinkan Malaysia Impor Puluhan Ribu Tablet Hydroxychloroquinen untuk Perangi Corona

Image
sumber: akurat.co
Terlepas dari belum adanya bukti klinis hingga efek samping terhadap jantung, Hydroxychloroquine atau Obat Anti-Malaria sementara waktu memang dinilai sejumlah pihak efektif untuk mencegah hingga mengobati COVID-19.
Pekan lalu misalnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bahkan secara terbuka menyarankan warganya agar menelan tablet Hydroxychloroquine untuk menangkal penyakit COVID-19. Dalam argumennya, Trump pun memberikan contoh bagaimana penderita lupus yang menjalani perawatan dengan Hydroxychloroquine terlihat memiliki potensi kecil untuk terjangkit Virus Corona.
Senada dengan Trump, Malaysia dan India rupanya juga terlihat masih mengandalkan Hydroxychloroquine untuk menangkal COVID-19. Pasalnya, saat ini, India dan Malaysia justru dilaporkan tengah bekerja sama dalam masalah pengiriman Hydroxychloroquine.
Pun, laporan menyebutkan bagaimana obat penangkal Malaria tersebut telah digunakan di Malaysia untuk pengobatan COVID-19 sejak Januari lalu.
Dalam keterangannya, Wakil Menteri Luar Negeri MalaysiaKamarudin Jaffar lantas menjelaskan bahwa saat ini India telah setuju untuk menjual tablet Hydroxychloroquine mereka ke Malaysia.
Persetujuan itu diketahui bebarengan dengan pencabutan larangan ekspor obat Hydroxychloroquine yang tengah diterapkan pemerintahan India secara parsial.

Sebelum akhirnya dikabulkan, Malaysia sendiri sebenarnya telah meminta India untuk menggelontorkan lebih dari satu juta tablet Hydroxychloroquine (menurut dua sumber yang tidak ingin disebutkan namanya). Namun, dalam prakteknya, India justru dilaporkan hanya memberikan kurang dari 100 ribu tablet.
Padahal, salah satu pemasok Hydroxychloroquine terkemuka di IndiaCadila Healthcare mengklaim pada minggu lalu bahwa pihaknya mampu meningkatkan produksi sepuluh kali lipat menjadi 30 ton per bulan. Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan telah siap untuk menghasilkan lebih banyak jika diperlukan.
"Pada 14 April, India telah memberikan izin bagi Malaysia untuk mengimpor 89.100 tablet.

Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Skandal Letter of Credit Sudah Melibatkan Mukhamad Misbakhun

Ternyata Disinfektan Tak Disarankan Langsung Disemprotkan ke Tubuh

Pemberian Bukti Pada KPK Guna Mempercepat Tuntaskan Kasus Century